Kamis, 28 Agustus 2014
Senin, 25 Agustus 2014
Selasa, 19 Agustus 2014
DIA YANG BERBEDA
Ketakutan
masa MOS di SMA tak terasa, tiga hari pun berasa seperti sehari. Kakak kelas
yang galak menakutkan dan seenaknya sendiri,ternyata tidak ada. Yang ada
hanyalah kakak kelas yang ramah dan baik. Seperti itu yang dirasakan oleh Mira
saat bertemu sesosok kakak kelas yang memikat perhatian nya.
“
Dek, berikan surat cinta kalian kepada kakak osis yang ada disini. Segera ya “
kata kakak ketua osis yang memandu lewat pengeras suara.
Mira
mulai berdebar jantungnya, takut apa yang akan terjadi. Di kerumunan Agam ia
menghampiri, “ Kak ini untukmu. “ kata Mira saat memberikan surat cinta itu
pada Agam. Agam pun membalas dengan senyuman dan ucapan terimakasih.
MOS
pun berakhir dengan indah. Saat pulang sekolah Agam meminta pin BB Mira. Betapa
senangnya hati Mira surat cinta yang hanya tugas MOS di beri tanggapan yang
baik oleh Agam. Semenjak itu mereka BBMan.
“
hai dek ini aku agam, “ pesan BBM Agam yang membuat Mira begitu bahagia.
*****
Berapa
hari mereka BBMan semu nya terasa indah untuk Mira, yang awalnya hanya teman
kini timbul rasa di hati Mira. Perhatian Agam membuat Mira jatuh hati. Sehari
Mira ingin memandangnya saat di Sekolah. Ingin ia menyapa namun tak berani
mulut berucap. Mereka hanya saling menyapa lewat layar telpon genggam nya, tak
berani memandang. Karena rasa malu yang ada dihati Mira.
Sehari
Mira tak bisa lewati tanpa kabar dari Agam, padahal Agam kakak kelasnya kelas 3
SMA. Mira harus mengerti dan memahaminya. Perhatian yang tadinya sering terlontar
kini menghilang. 24 jam menjadi 4jam, setiap 4 jam ada saja perhatiannya yang
membuat Mira merasa Agam memiliki rasa lebih untuk Mira.
“
Dek, maaf aku habis belajar, kamu jangan lupa sholat ya “ pesan singkat yang
dikirim Agam untuk Mira.
Dengan
cepat Mira menjawabnya dengan mengingatkan kembali kepada Agam. Rasa perhatian
Agam membuat Mira yakin untuk menunggunya. Berkali - kali ia mengatakan jika
nanti setelah Agam lulus Agam akan menemani Mira.
Dengan
perkataan Agam seperti itu Mira mempercayainya. Mira menunggu kapan kelulusan
Agam, karna ia merindukan Agam yang
perhatian seperti dulu.
Terkadang
Agam mengabari Mira dahulu jika tidak Mira yang menanyakan kabarnya melalui
telepon genggamnya.
“
Hai mas, lagi belajar? “
“
iya dek sebentar. “
Terkaget
Mira membaca balasannya betapa berberbedanya Agam kepada Mira, yang dulu manis
sekarang terasa pahit, yang dulu perhatian kini seperti tak mengenal.
****
Mira
sabar menunggu Agam. Mendoakan yang terbaik untuknya. Menanyakan kabarnya
setiap saat, selalu ada untuk waktu luang Agam. namun menjelang pengumuman tak
ada tanda Agam untuk berubah seperti awal mereka kenal. Agam berbeda, emosinya
yang tinggi bahasanya yang kasar membuat Mira meneteskan air matanya.
Mira
berfikir ia menunggu namun ini jawaban Agam. Mira bergantung pada Agam karena
harapan yang Agam berikan. Mira terus menjadi pengagum Agam melihat setiap
kabar darinya namun Agam terus memarahinya.
“
Mas? Kamu kenapa sekarang menjadi seperti ini? “ tangisan Mira saat
mengungkapkan perasaan nya.
“
Apa sih dek? Gak usah Tanya Tanya lagi! “ jawaban Agam.
Menagis
lah Mira sekencang – kencangnya, ia keluarkan setiap keluhan hatinya pada air
mata yang keluar dari pipinya. Mira lelah namun Mira tak yakin tuk pergi
darinya. Mira berharap suatu saat Agam akan kembali. Tetapi kenyataan berbalik
pada keyakinan nya.
Berkali
Mira mengalihkan pandangan pada pria namun tak ada yang menggantikan Agam di
hatinya. Agam telah berbeda berkali – kali Mira mengatakannya namun tak ada
perubahan pada Agam.
Mira
diam, dengan berbaring di kasurnya dengan berfikir harus bagaimana ia. Pikiran
nya membuka hatinya bahwa kini bukan saatnya untuk diam di tempat memikirkan
Agam, urusan Mira masih banyak yang harus diselesaikan. Hingga mira memutuskan
untuk berserah diri pada Allah dan fokus pada urusan nya.
Senin, 11 Agustus 2014
2.dampak dampak
Dampak Penjelajahan Spanyol
Bangsa Spanyol mampu membiayai penjelajahan samudranya setelah Ratu Isabella dan Raja Ferdinand berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil. Para penguasa Khatolik mengurangi kekuatan para bangsawan, merampingkan birokrasi pemerintahan, dan menyisihkan orang-orang yang merongrong kekuasaan, yaitu kaum muslim dan yahudi. Kerajaan Spanyol menjadi sangat kuat.
Ratu Isabella mempercayakan 3 kapalnya dibawah pimpinan Christoper Columbus. Kapal Santa Maria, Pinta, dan Nina berlabuh pada bulan Oktober 1492 di sebuah pulau di Karibia. Columbus menamainya San Salvador. Dia mengira pulau itu adalah bagian dari India. Selama 10 tahun Columbus melakukan 4 kali pelayaran. Selama itu ia menemukan Haiti yang disebutnya Dominika, lalu San Salvador, Puerto Rico, Jamaika, Kuba, Trinidad, dan Honduras di Amerika Tengah.
Pelayaran Columbus sangat berguna bagi pelayaran selanjutnya. Columbus dan teman-temannya juga berhasil meng-Kristenkan orang-orang Indian. Walaupun sedikit harta yang dibawa pulang Columbus, armadanya telah membuka jalan untuk penjelajahan lebih jauh. Tahun 1519, Raja Charles V mengutus Ferdinand Magellanuntuk menemukan jalan langsung ke kepulauan Maluku. Magellan menyebrangi Atlantik menuju Brazil. Pelayaran berlanjut ke selatan untuk mengitari ujung benua Amerika. Kemudian, armadanya mengarungi Pasifik sampai Fillipina. Nama Filipina dipakai untuk menandai keberhasilan Raja Phillip II, setelah kepulauan itu dikuasai tahun1560.
Magellan terbunuh, namun pelayaran dilanjutkan oleh Juan Sebastian del Cano.Armada itu berlayar dari Maluku, lalu ke Timor, menyebrangi samudra Hindia hingga ke Tanjung Harapan. Akhirnya mereka kembali ke Spanyol setelah melayari Pantai barat Afrika. Pelayaran ini membuktikan teori Copernicus dan Galileo bahwa bumi itu bulat, bahkan setelah itu mereka tahu bahwa bumi lebih luas daripada yang mereka bayangkan.
Beberapa penjelajahan terkenal telah berhasil menemukan pengganti jalur darat yang dikuasai Sultan Turki. Mereka adalah Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama, dan Alfonso de Albuquerque dari Portugis. Sedangkan Spanyol Mengutus Christopher Columbus, pelau Genoa (Italia), dan Ferdinand Magellan.
Dampak Penjelajahan Portugis
Bartholomeus Diaz menyusuri pantai barat Afrika, kemudian mengitari Tanjung Harapan pada tahun 1487. Dia harus kembali ke Portugis karena dihadang topan dan sebagian awaknya memberontak. 10 tahun kemudian rintisan Diaz dilanjutkan oleh Vasco da Gama. 2 tahun pelayaran cukup memuaskan, Vasco da Gama kembali ke Lisbon dengan membawa contoh barang dari India. Raja Manuel (1495-1521) mengirim 13 kapal untuk menyiapkan pos perdagangan di India. Armada itu dipimpin oleh Pedro Alvares Cabral dan dibantu oleh Bartholomeus Diaz.
Telah berabad-abad pelau muslim menguasai jalur perdagangan di samudra Hindia. Mereka tidak mau melepaskan kepada pelaut Portugis dengan sukarela. Pertempuran pun tidak bisa dihindari. Armada Portugis merebut pelabuhan-pelabuhan muslim yang strategis. Atas kemenangan tersebut,Portugis menunjuk Alfonso de Albuquerque sebagai Gubernur India tahun 1509-1515. Dominasi Arab di Asia Selatan berakhir setelah meriam-meriam Albuquerque menaklukkan pelabuhan Kalikut, Ormuz, Goa dan Malaka.
Sabtu, 09 Agustus 2014
4. Apa 2 peran tokoh dibawah ini dalam penjelajahan samudra
1)
Christopher Columbus
Pada
tanggal 3 Agustus 1492, dengan menggunakan tiga buah kapal yaitu Santa Maria,
Nina, dan Pinta, Columbus mulai berlayar mencari sumber rempah-rempah di dunia
Timur. Setelah berlayar lebih dari 2 bulan mengarungi Samudra Atlantik,
sampailah Columbus di Pulau Guanahani yang terletak di Kepulauan Bahama,
Karibia. Ia merasa telah sampai di Kepulauan Hindia Timur yang merupakan sumber
rempah-rempah. Ia menamai penduduk asli di kawasan itu sebagai Indian.
Selanjutnya Kepulauan Bahama dikenal sebagai Hindia Barat. Columbus bersama
seorang penyelidik bernama Amerigo Vespucci antara tahun 1492 – 1504, berlayar
terhitung 4 kali. Mereka menemukan benua baru yang diberi nama Amerika. Jadi
penemu Benua Amerika adalah Christopher Columbus. Sejak Columbus menemukan
benua Amerika, menyusul pelaut-pelaut Spanyol seperti Cortez dan Pizzaro.
Cortez menduduki Mexico pada tahun 1519 dengan menaklukkan suku Indian yaitu
Kerajaan Aztec dan suku Maya di Yucatan. Pizzaro, pada tahun 1530 menaklukkan
kerajaan Indian di Peru yaitu suku Inca.
2) Ferdinand Magelhaens (Magellan)
Pada
tanggal 10 Agustus 1519, Magelhaens berlayar ke Barat didampingi oleh Kapten
Juan Sebastian del Cano (Sebastian del Cano) dan seorang penulis dari Italia
yang bernama Pigafetta. Penulis inilah yang mengisahkan perjalanan
Magelhaens-del Cano mengelilingi dunia yang membuktikan bahwa bumi itu bulat
seperti bola. Pada tahun 1520, setelah menyeberangi Samudra Pasifik, sampailah
rombongan Magelhaens di Kepulauan Massava. Kepulauan ini kemudian diberi nama
Filipina, mengambil nama Raja Spanyol, Philips II. Dalam suatu pertempuran
melawan orang Mactan, Magelhaens gugur (27 April 1521). Akibat peristiwa itu
rombongan bergegas meninggalkan Filipina dipimpin oleh Sebastian del Cano,
menuju Kepulauan Maluku. Magelhaens dianggap sebagai orang besar dalam dunia
pelayaran karena menjadi orang yang pertama kali berhasil mengelilingi dunia.
Raja Spanyol memberi hadiah sebuah tiruan bola bumi. Pada tiruan bola bumi itu
dililitkan pita bertuliskan ‘Engkaulah yang pertama kali mengitari diriku’.
3) Cornelis de Houtman
Pada tahun 1595, de Houtman
dengan empat buah kapal yang memuat 249 orang awak beserta 64 meriam, memimpin
pelayaran mencari daerah asal rempah-rempah ke arah Timur mengambil jalur
seperti yang ditempuh Portugis. Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman bersama
rombongan sampai di Indonesia dan mendarat di Banten.
3. Bagaimana dampak Penjelajahan Samudra bagi bangsa Indonesia
Ramainya
perdagangan di Laut Tengah, terganggu selama dan setelah berlangsungnya Perang
Salib (1096 - 1291).
Dengan jatuhnya kota Konstantinopel (Byzantium) pada tahun
1453 ke tangan Turki Usmani, aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia
terputus. Sultan Mahmud II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit
pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya. Bangsa Barat menghadapi
kendala krisis perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu bangsa Barat berusaha
keras mencari sumbernya dengan melakukan penjelajahan samudra
Eropa
pada tahun 1450 sampai 1650 menemui masa penemuan (Age of Discovery) dan masa perluasan
kekuasaan (Age of Expansion).
Ketika itu bangsa-bangsa Eropa sudah dapat mengembangka ilmu pengetahuan di
bidang geografi dan teknologi. Memang mereka tertinggal oleh bangsa Romawi dan
bangsa Islam selama berabad-abad lamanya. Namun rupanya, bangsa-bangsa Eropa
memiliki keinginan yang kuat untuk mengejar ketertinggalan itu. Mereka berlomba-lomba
mengarungi samudra, padahal mereka belum yakin apakah dunia ini bulat seperti
bola atau datar seperti meja. Mereka pun ingin berekspansi, membangun
wilayah-wilayah pendudukan atau koloni-koloni. Inilah awal kolonialisme Eropa Akhir abad ke-15, di Eropa timbul
suatu peristiwa gerakan Renaissance
dan Humanisme yang
bertujuan untuk mempelajari, menyelidiki dan menggali ilmu pengetahuan.
Semangat untuk dapat lebih dari masa lampau menimbulkan gerakan kemajuan.
Dengan
semangat kemajuan tersebut, maka pada abad ke-15 di Eropa melahirkan
temuan-temuan baru, misalnya temuan Nicolaus Copernicus bahwa bumi itu bulat. dan ditemukanya teknologi kompas.Hal ini
mendorong pelaut-pelaut dari Spanyol, Portugis dan negara-negara Eropa lainnya
untuk berlayar menjelajahi samudera mencari daerah baru.
Selain
itu, jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan
pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot
yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa
menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan
rempah-rempah, Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang, tetapi juga
menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Adanya semboyan imperalisme kuno Yang diirigi dengan semagat
kekalahan perang salib juga menimbulkan semboyan 3G : Gold (mencari kekayaan), Glory
(mencari kejayaan), Gospel (menyebarkan agama kristen). Semboyan tersebut
menjadi tujuan penjelajahan samudera. Selain
dengan Keinginan
Berpetualang yang
di ilhami dari kisah perjalanan Marcopolo pada 1254-1324
Kekuatan
kolonial utama bangsa eropa pada saat itu adalah Perancis, Inggris, Belanda,
Portugis, dan Spanyol. Bangsa-bangsa ini begitu tertinggak, sehingga baru pada
tahun 1350 mereka bisa melayari laut Tengah dan ujung barat di Spanyol dan
ujung timur di Turki. Padahal, orang-orang Romawi telah melakukan hal yang sama
lebih dari 1000 tahun sebelumnya. Bahkan pada abad ke-15, orang-orang Eropa
hanya tahu sedikit tentang permukaan bumi. Peta dunia dibuat pada tahun 1511
oleh Vessente Maggioli,
masih berdasarkan pada teori bumi sebagai tanah yang sambung menyambung. Teori
yang sudah usang ini diciptakan pada abad ke-2 oleh Ptolomeus, orang Yunani-Mesir.
Akibat anggapan tentang bumi yang salah. Maggioli menggambarkan Amerika sebagai
kelanjutan dari Asia. Dia tidak tahu bahwa beberapa benua dipisahkan oleh laut.
Untunglah
para pelaut eropa tidak menunggu peta yang tepat untuk pergi berlayar. Mereka
melakukan pelayaran dengan peta seadanya. Mengapa mereka begitu nekad Berlayar
dengan peta yang buruk? Rupaya mereka cukup percaya diri karena menguasai
teknologi peayaran dan persenjataan. Selain itu, mereka sangat bernafsu untuk
mendapatkan kekayaan, seperti emas dan rempah-rempah yang mahal.
Teknologilah
yang memungkinkan bangsa-bangsa Eropa melakukan penjelajahan dunia. Selai kapal
laut, Eropa Barat telah menyempurnakan meriam. Senjata ini mengeluarkan
dentuman yang menakutkan. Pelurunya bisa merusah benteng kayu bahkan kota.
Kisah keberhasilan Sultan
Muhammad II menaklukkan Konstantinopel pada
tahun 1453 adalah bukti kedahsyatan meriam. Sang sultan sangat beruntung,
karena para insinyur Eropa mau diupah untuk membuat 56 peluru meriam kecil dan
1 pucuk meriam raksasa yang mampu melontarkan peluru seberat 800 pon (363,2
Kg).
Teknologi
meriam sangat membantu para pelaut karena mereka kekurangan prajurit untuk
melindungi kapal. Kala itu, Eropa baru saja dilanda wabah kematian yang disebut "Black Death". Selain
kekurangan prajurit, mereka juga kekurangan pendayung yang biasanya menggunakan
para budak atau orang-orang terpidana.
Keberhasilan
menempatkan meriam di kapal akan percuma apabila para pembuat kapal tidak
menemukan cara memanfaatkan tenaga angin untuk menggantikan tenaga pendayung.
Semula, kendaraan perang di laut hanyalah perahu besar terbuka berawak puluhan
pendayung dan tenara. Kapal-kapal berlambung tertutup dan digerakan angin yang
ditangkap layar pada tiang, berhasil mengatasi masalah kekurangan pendayung dan
keseimbangan akibat tambahan bobot meriam dan hempasan ombak besar. Walau lebih
lamban daripada kapal dayung, kapal layar ini memuat lebih banyak barang dan
lebih lincah.
Pada
abad ke-15, para pelaut Eropa mulai mengenal kompas yang dibawa para pedagang
muslim dari Cina. Kompas sangat membantu untuk menentukan arah pelayaran.
Orang-orang Islam telah menemukan astrolobe pada
abad ke-12, juga berjasa bagi para pelaut Eropa. Alat itu dapat mengukur
ketinggian matahari dan benda langit lainnya. Dengan demikian, para pelaut
dapat mengetahui letak kapal dari gais khatulistiwa. Peralatan navigasi ini
lambat laun membantu menyempurnakan peta.
Jika
teknologi membantu pelayaran para penjelajah Eropa, apakah yang mendorong
mereka menempuh bahaya mengarungi lautan yang ganas, berkumpul dengan saingan
penduduk pribumi yang primitif? Pada dasarnya mereka mencari keuntungan
material. Para penjelajah itu terus terang mengakui motif itu. Bartholomeus Diaz berkata
motif utamanya adalah untuk menjadi kaya. Pelaut lainnya, Vasco da Gama,
motif utamanya adalah untuk menyebarka agama dan mencari rempah-rempah. Para
pelaut dan penjelajah itu religius sebagaimana orang zaman pertengahan,
nyatanya perilaku mereka tergolong modern dan materialistik.
Langganan:
Komentar (Atom)



